Seafood street food atau seafood kaki lima merupakan salah satu jenis kuliner yang sangat digemari di Indonesia. Mulai dari kerang rebus, cumi bakar, udang saus padang, hingga kepiting asam manis, semuanya mudah ditemukan di pinggir jalan, pasar malam, atau kawasan wisata kuliner. Rasanya lezat, harganya relatif terjangkau, dan porsinya sering kali menggiurkan.
Namun, di balik kelezatannya, banyak orang bertanya-tanya: apakah seafood street food aman untuk dimakan? Pertanyaan ini wajar, mengingat seafood termasuk bahan makanan yang mudah rusak dan sensitif terhadap kebersihan. Artikel ini akan membahas keamanan seafood street food, potensi risikonya, serta tips agar tetap aman saat menikmatinya.
Mengapa Seafood Street Food Begitu Populer?



Popularitas seafood street food tidak lepas dari beberapa faktor berikut:
- Harga lebih terjangkau dibanding restoran
- Rasa kuat dan khas dengan bumbu lokal
- Mudah ditemukan di berbagai daerah
- Disajikan segar dan langsung dimasak
Bagi banyak orang, makan seafood kaki lima juga memberikan pengalaman kuliner yang lebih santai dan autentik.
Apakah Seafood Street Food Aman?
Jawaban singkatnya: bisa aman, tetapi sangat tergantung pada cara pengolahan dan kebersihannya.
Seafood termasuk kelompok makanan berisiko tinggi karena:
- Mudah terkontaminasi bakteri
- Cepat membusuk jika tidak disimpan dengan benar
- Sensitif terhadap suhu
Menurut World Health Organization, makanan laut yang tidak ditangani dengan baik dapat menjadi sumber penyakit bawaan makanan (foodborne illness).
Artinya, seafood street food tidak otomatis berbahaya, tetapi membutuhkan perhatian ekstra.
Risiko Kesehatan dari Seafood Street Food



Berikut beberapa risiko yang perlu diketahui sebelum mengonsumsi seafood kaki lima:
1. Keracunan Makanan
Seafood yang tidak segar atau kurang matang bisa mengandung bakteri seperti Salmonella, Vibrio, atau E. coli. Gejalanya meliputi:
- Mual dan muntah
- Diare
- Sakit perut
- Demam
2. Kontaminasi Silang
Jika penjual tidak memisahkan alat mentah dan matang (misalnya talenan atau pisau), bakteri dari seafood mentah bisa berpindah ke makanan siap saji.
3. Penyimpanan Tidak Tepat
Seafood seharusnya disimpan pada suhu dingin. Jika dibiarkan terlalu lama di suhu ruang, kualitas dan keamanannya menurun drastis.
4. Air dan Es yang Tidak Bersih
Kerang atau seafood yang dicuci dengan air tidak bersih dapat membawa bakteri atau parasit berbahaya.
Tanda Seafood Street Food yang Aman Dikonsumsi



Meski ada risiko, banyak penjual seafood street food yang menjaga kualitas dagangannya. Berikut ciri-ciri seafood kaki lima yang relatif aman:
- Seafood terlihat segar (tidak berlendir atau berbau tajam)
- Proses memasak dilakukan hingga matang sempurna
- Lapak terlihat bersih dan rapi
- Penjual menggunakan sarung tangan atau alat masak bersih
- Makanan dimasak setelah dipesan, bukan dipanaskan ulang
Jika salah satu aspek ini meragukan, sebaiknya pertimbangkan ulang untuk membeli.
Jenis Seafood Street Food yang Relatif Lebih Aman
Tidak semua seafood memiliki tingkat risiko yang sama. Beberapa jenis seafood street food cenderung lebih aman jika dimasak dengan benar:
✔️ Seafood Bakar
Proses pembakaran dengan suhu tinggi membantu membunuh bakteri.
✔️ Seafood Goreng
Minyak panas juga efektif mengurangi risiko bakteri, asalkan minyaknya bersih.
✔️ Seafood Rebus yang Disajikan Panas
Pastikan disajikan dalam kondisi benar-benar panas, bukan hangat.
Sebaliknya, hindari seafood setengah matang atau yang sudah lama dipajang.
Siapa yang Sebaiknya Lebih Waspada?


Kelompok berikut sebaiknya lebih berhati-hati saat mengonsumsi seafood street food:
- Anak-anak
- Ibu hamil
- Lansia
- Orang dengan sistem imun lemah
- Penderita maag atau gangguan pencernaan
Bagi kelompok ini, risiko keracunan bisa lebih serius.
Tips Aman Makan Seafood Street Food
Agar tetap bisa menikmati seafood kaki lima dengan aman, ikuti tips berikut:
1. Pilih Penjual yang Ramai
Lapak yang ramai biasanya menandakan perputaran bahan cepat dan lebih segar.
2. Perhatikan Cara Memasak
Pastikan seafood dimasak hingga matang dan tidak setengah-setengah.
3. Hindari Seafood Mentah
Kerang mentah atau setengah matang berisiko tinggi.
4. Makan Selagi Panas
Jangan menyimpan seafood terlalu lama sebelum dimakan.
5. Perhatikan Kebersihan Diri
Cuci tangan atau gunakan hand sanitizer sebelum makan.
Apakah Seafood Street Food Lebih Berbahaya dari Makanan Lain?
Tidak selalu. Risiko keracunan makanan juga bisa terjadi pada:
- Daging ayam
- Telur
- Susu
- Makanan olahan
Perbedaannya, seafood lebih cepat rusak sehingga margin keamanannya lebih kecil. Artinya, kesalahan kecil dalam penyimpanan atau pengolahan bisa berdampak besar.
Keuntungan Tetap Mengonsumsi Seafood Street Food
Meski ada risiko, seafood street food juga memiliki kelebihan:
- Lebih segar karena cepat dimasak
- Kaya protein dan mineral
- Mendukung ekonomi UMKM
- Memberi pengalaman kuliner lokal
Dengan sikap selektif dan bijak, manfaat ini tetap bisa dinikmati.
Kesimpulan
Seafood street food pada dasarnya bisa aman untuk dimakan, asalkan diolah dengan benar, menggunakan bahan segar, dan dijual oleh penjual yang menjaga kebersihan. Risiko memang ada, tetapi bisa diminimalkan dengan memilih lapak yang tepat dan memperhatikan cara penyajian.
Kunci utamanya adalah kesadaran konsumen. Jangan hanya tergiur rasa dan harga, tetapi juga perhatikan keamanan dan kebersihan. Dengan begitu, Anda tetap bisa menikmati lezatnya seafood kaki lima tanpa rasa khawatir.